Sejarah mencatat, bagaimana tingkah dan polah seorang pemimpin didalam menjalankan roda pemerintahanannya. Ada yang baik mengukir prestasi, tapi sebaliknya ada yang buruk menuai kontroversi. Seperti yang terjadi pada beberapa pemimpin dibawah ini. Berikut ini 10 Presiden Terburuk Dalam Sejarah Amerika.
1. Warren G Harding 1921 – 1923
Masa kepemimpinan Harding sebagai presiden, dilanda dengan berbagai skandal baik pribadi maupun politik. Menteri Dalam Negeri Albert B. Fall misalnya, menjadi menteri pertama dalam kabinet Harding yang dijebloskan ke penjara atas kasus Teapot Dome. Ketika Harding terpilihpun, ia banyak mengangkat dan menempatkan teman-temannya (yang dikenal sebagai Gang Ohio) ke dalam posisi politik strategis pemerintah. Beberapa yang ditunjuknya, malahan menggunakan kekuasaannya untuk merampok pemerintah. “I have no trouble with my enemies, but my damn friends, my God-damned friends… they’re the ones that keep me walking the floor nights!” ungkap Harding dalam nada kesal.
2. James Buchanan 1857 – 1861
Dalam pidato pengukuhannya sebagai presiden, Buchanan menyatakan; masalah perbudakan hanyalah “kepentingan kecil” karena Mahkamah Agung sudah hampir menyelesaikan hal itu. Dua hari kemudian, di mana ia memutuskan bahwa orang-orang keturunan Afrika, tidak pernah bisa menjadi warga negara Amerika Serikat, dan bahwa Kongres tidak memiliki kewenangan untuk melarang praktik perbudakan di wilayah federal AS (the Dred Scott decision). Selain itu, pemerintahan Buchanan mengalami Panic tahun 1857 – suatu penurunan tiba-tiba di ekonomi AS.
3. Franklin Pierce 1853 – 1857
Hal yang paling yang paling kontroversial dari presiden Pierce adalah Kansas-Nebraska Act, mengenai dibukanya kembali pertanyaan perbudakan di Barat. Undang-undang ini, menyebabkan kemarahan luas di Utara Amerika dan mendorong lahirnya Partai Republik. Pierce menempati peringkat Presiden paling efektif sekaligus juga politisi ragu-ragu yang mudah dipengaruhi.
4. Andrew Johnson 1865 – 1869
Johnson menjadi presiden, menggantikan Abraham Lincoln yang mati terbunuh pada 1860. Johnson memveto rancangan undang-undang hak sipil pertama, yang menyatakan kesetaraan ras kulit putih dan hitam di Amerika. Dalam sebuah suratnya pada gubernur Missouri ia menulis: “this is a country for white men, and by God, as long as I am President, it shall be a government for white men.” Johnson di impeach oleh kongres dengan selisih satu suara yang menyatakan dia bersalah.
5. Ulysses S. Grant 1869 – 1877
Skandal pertama yang menodai kepemimpinannya adalah peristiwa Black Friday, 1869. Namun skandal terbesar yang benar-benar mengguncang pemerintahannya adalah skandal Whiskey Ring di tahun 1875. Skandal ini diungkap oleh Menteri Keuangan Benjamin H. Bristow, di mana lebih dari 3 juta dolar dalam bentuk pajak dicuri dari pemerintah federal dengan bantuan dari pejabat pemerintah yang tinggi. Meskipun Grant sendiri tidak terlibat dalam korupsi yang dilakukan bawahannya ini, tapi ketidak tegasannya dalam bersikap menjadikan kepercayaan publik terhadapa pemerintahannya runtuh. Karir Grant juga semakin diperparah oleh rumor keterlibatannya pada General Order Number 11 sebuah gerakan anti-Semitisme.
6. Calvin Coolidge 1923 – 1929
Pada tahun 1919, tiga perempat dari Kepolisian Boston mogok. Coolidge (Gubernur Massachusetts) telah mengamati situasi selama konflik, tetapi belum campur tangan. Furious bahwa walikota telah memanggil unit penjaga negara, dia akhirnya bertindak. Dia dipanggil unit lebih dari Garda Nasional, dipulihkan Komisaris Polisi Curtis ke kantor, dan mengambil kendali pribadi kepolisian. Curtis menyatakan bahwa tidak ada striker akan diizinkan kembali ke pekerjaan semula, dan Coolidge mengeluarkan panggilan untuk sebuah angkatan kepolisian baru yang akan direkrut. Banyak orang mengkritik Coolidge sebagai bagian dari kritik umum laissez-faire pemerintah. Reputasinya mengalami kebangunan selama pemerintahan Reagan, namun penilaian akhir dari kepresidenannya masih terbagi antara mereka yang menyetujui pengurangan tentang ukuran pemerintah dan mereka yang percaya pemerintah federal harus lebih terlibat dalam mengatur ekonomi.

0 komentar:
Posting Komentar