Isyarat

: untuk Farid Anshari

Kasih, kemarin Ibu membaca mataku. Kesekian kalinya aku dibuat terpekur. Katanya jiwaku selaksa mentudung, seperti hujan yang dihantarkan mendung. Seperti air hujan yang bermuara pada samudera, Ibu berkata aku akan sampai pada jiwa.

Jiwa seperti apa yang aku cari, Kasih?


Kasih, Ibu selalu mencari duka pada sudut hatiku? ”Apakah dia telah tega membuatmu luka?”, katanya.
Mata Ibu kelewat tajam buatku membenamkan dusta, Kasih.
Aku selalu berkilah baik-baik saja, namun Ibu lupa bahwa aku pintar bersandiwara.

Kasih, Ibu kerap datang padaku. Pada firasat yang membayang. Pun, pada isyarat yang menggenang.
Komposisi yang sempurna, Kasih.
Dan kali ini aku tak hendak berdusta pada ruh Ibu yang terlampau peka.

Aku bergumam diantara isak pelan,
”maaf, Kasih, Aku tak hendak kembali menenun duka..”

Semarang, 2009



Isyarat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Nyolong film

0 komentar:

Posting Komentar