sejak pertama aku tak berani melaburmu pada pensil conte
sejak pertama beradu pandang pada sisi jalan
di kota yang rindang
saat mendung menggantung
"Lukiskan saja"
tanah sudah meruapkan aroma hujan
dan air akan mengaburkan mataku
begitu pula pada pensil dan kanvas bututku
kota ini kota tua tempat kita berdiam diri
menciumi udara dari bisikan bata yang mulai merekah
hei. Aku memilih beranjak.
berdiam disamping pergola
dari sinilah aku berdiam
leluasa memandang
dan mencemaskan hujan
aku berdiam bukan berdiang
sebab hujan kesekian
membuatku berhenti berandai

0 komentar:
Posting Komentar