Maafkan jika kami, mayoritas sempat melukai hatimu, minoritas.
Namun akar budaya menyeret kami membencimu lebih jauh,
bahkan lebih dalam dari palung di laut Majene
Percayakah kau, minoritas?
Jika kami masih memendam mimpi bisa duduk satu haluan bersama kaummu?
Berbagi ladang pencaharian
Saling memandang jaka dan gadis..
Bahkan bisa membangun adat bersama
Kemarilah, sebelum kebencian menyeret kita lebih jauh.
*Semarang, 13 Februari 2009
Mino - Mayo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar